Direktur Utama PT Wijaya Karya Gedung Ridwan Abdul Muthalib (kiri) dan
Direktur Puncak Group Nanang Lesmana (kanan) saling tukar naskah kerja sama
proyek pembangunan apartemen dan komplek pertokoan CBD, di Surabaya, Kamis
(3/4/2014).
SURABAYA Majalah Kontarakto – PT Wijaya Karya (Persero) Tbk
mulai mengerjakan 2 proyek apartemen Puncak Group Surabaya senilai kontrak
Rp1,142 triliun yang diperkirakan bakal rampung pada 2016.
Direktur Utama Wijaya
Karya Bintang Perbowo mengatakan bahwa Wika sudah menggarap proyek apartemen
milik Puncak Group sejak 2009.
Total nilai proyek yang
digarap Wika dari kerja sama dengan Puncak Group yakni Rp2,218 triliun. Sekitar
Rp431 miliar di antaranya merupakan proyek yang sudah rampung, Rp645 miliar
proyek yang sedang berjalan, dan kotrak baru Rp1,142 triliun.
"Surabaya bukan
hanya salah satu kota terbesar kedua, tapi juga kota yang tepat untuk investasi
terutama properti. Berdasarkan riset Colliers 2013, ternyata di pasar apartemen
di Surabaya akan ada 21.000 unit lebih apartemen baru sampai 2017, dan 32% nya
adalah milik Group Puncak," katanya usai menandatangani kontrak
pembangunan apartemen dan komplek pertokoan CBD, di Surabaya, Kamis (3/4/2014).
Manager Operasional Wika
Gedung M. Yusuf menjelaskan pada 2009 Wika sudah menyelesaikan Apartemen Puncak
Dharma Husada Tower A, tahun ini Wika mengerjakan kembali Tower B dan C senilai
Rp441 miliar dengan jumlah 1.600 unit serta Komplek pertokoan Central Business
District (CBD) senilai Rp700 miliar.
Sejak 2011 Wika
mengerjakan proyek Puncak Group untuk pasar modern, apartemen Kertajaya tower A
dan B, apartemen Puncak Bukit Golf, dan Apartemen Puncak Dharmahusada.
"Puncak Bukit Golf
selesai tahun ini dan Apartemen Puncak Dharmahusada tahap pemancangan
tiang," katanya.
Netty Lesmana, Komisaris
Utama Puncak Group, mengatakan rencananya bangunan apartemen Puncak Dharma
Husada Tower A yang sudah terbangun, serta B dan C memiliki total 3.000 unit.
"Progres pemasaran
untuk tower baru B dan C ini sudah di atas 50% yang memesan. Memang penjualan
cukup cepat karena harganya terjangkau sesuai program pemerintah apartemen ini
diperuntukan bagi keluarga baru atau pasangan muda kelas menengah,"
jelasnya.
Sementara, lanjut Netty,
untuk komplek pertokoan CBD Puncak yang akan dibangun di atas lahan 25 hektar
di Surabaya Timur itu bakal dikerjakan secara bertahap sesuai kebutuhan
masyarakat.
"Konsep CBD nanti
seperti superblok ada toko, fasilitas, apartemen, hotel dan convention center.
Kami inginnya di CBD ada 7-8 tower, tapi tahap pertama 2 tower dulu yang akan
dikerjakan oleh pihak Wika, jadi semuanya bertahap," jelasnya.
Apartemen Puncak Group
pada 2009 pernah ditawarkan dengan harga mulai Rp8 juta/m2, harga tersebut dinilai
cukup terjangkau bagi masyarakat kelas menengah.
“Harga sekarang belum
saya cek pastinya, tapi masih tetap terjangkau,” imbuh netty.
Nanang Lesmana, Direktur
Utama Puncak Group menambahkan bisnis properti ke depan akan semakin mengarah
pada pembangunan high rise karena ketersediaan lahan di Surabaya yang semakin
sempit. Sehigga Puncak Group pun lebih banyak membuat apartemen terutama untuk
memenuhi kebutuhan keluarga Surabaya dan profesial muda.
(Eka-p) - sumbe Tempo
